Rabu, 15 Juni 2011

Dokumetasi Berita Pospedasu Pandan, 2010 (Edisi7)


BERITA TERAKHIR POSPEDASU 2010

oleh Arwandi Harahap pada 06 Mei 2010 jam 8:53


Penampilan nasyid putra berhasil menyihir penonton.


NASYID SAPU BERSIH
 
Pandan, RDP : Medan masih menjaga tradisi emas di cabang nasyid. Hal itu terbukti dengan 4 emas yang diborong oleh putra putri Medan dalam qasidah rebana dan rebana alternatif pada rabu (5/5).


apresiasi anak asyid setelah meraih medali emas.

Sempat menemui kendala saat latihan, putra Medan berhasil mengalahkan Langkat dan Deli Serdang dalam pertandingan. Penampilan yang memukau dari pemain alternatif Medan serta vokal indah yang ditunjukkan Fahri              Azwar berhasil menyihir semua penonton yang hadir pada malam itu. 


Sedangkan di putri, Medan juga mendominasi. Sempat diragukan karena memainkan pemain alternatif dari putra, tim nasyid putri yang diutus dari PPMDH TPI ini berhasil menyabet dua emas langsung.

Namun, acara pembagian medali sempat terhenti akibat ulah yang dilakukan kontingen Langkat. Sampai-sampai wakil bupati Tapteng ikut turun untuk meredakan suasana. Akhirnya keadaan dapat reda setelah 20 menit lamanya. RDP Doc.
____________________________________________________________________________________________________________


SILAT SUMBANGKAN DUA EMAS

Pandan, RDP : Cabang silat ternyata masih dapat dipegang Medan. Hal ini dapat dilihat dengan dua medali emas yang diperoleh dari Awaluddin di kelas C putra dan Windi Karina di kelas E putri.

Sementara Budianto dan Suprianto hanya mampu mempersembahkan medali perak. Sedangkan 2 medali perunggu berhasil disumbangkan oleh Duma Sarah dan Wulan Sari Boang. Perolehan medali emas Medan hanya beselisih satu dengan Deli Serdang yang berhasil memborong 3 emas. RDP Doc.
_____________________________________________________________________________________________________________
CABANG PIDATO AKHIRNYA BERBICARA

Pandan, RDP : Medan akhirnya mampu berbicara di cabang pidato 3 bahasa. Tampil dengan pemain pilihan, Medan berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 1 medali perunggu. Satu emas dipersembahkan Rahmat Ilahi dari pidato bahasa Inggris. Sementara satu emas diraih dari cabang pidato bahasa Arab putri. Sedangkan pidato bahasa Indonesia putri meraih 1 medali perak.

Masalah sempat terjadi dalam pidato bahasa Inggris. Kurang jelasnya penjelasan dari panitia tentang jadwal pertandingan membuat Rahmat Ilahi sempat terancam dicoret dari pertandingan. Namun, semuanya dapat terselesaikan setelah panitia memutuskan untuk mengakhirkan cabang pidato bahasa Inggris. RDP Doc.
____________________________________________________________________________________________________________
ATLETIK BUTUH PEMBINAAN

Pandan, RDP : Medan sepertinya tidak boleh main-main lagi di cabang atletik. Hal ini disebabkan kegagalan total yang diperoleh atlit-atlit Medan di cabang ini. Dari semua nomor, hanya satu medali yang berhasil diraih, itupun hanya perunggu dari cabang tolak peluru putra. Seharusnya Medan mencontoh Sergai yang berhasil menguasai cabang atletik. RDP Doc.
_____________________________________________________________________________________________________________

HARAPAN MEDAN PUPUS

Pandan, RDP : Harapan Medan untuk menambah medali emas pupus setelah mengalami kekalahan di tiga cabang tersisa.

keberhasilan di double event gagal diulangi di nomor beregu.

Dari cabang takraw beregu, Deli Serdang berhasil membalaskan dendam mereka di final double event dengan membungkam Medan 2-1. sebenarnya Medan mampu meraih emas. Sempat unggul 14-10 di set penentu, Rico cs mulai kehilangan konsentrasi. Hal ini membuat Deli Serdang mampu membalikkan keadaan menjadi 14-16. Hasil ini membuat Medan harus puas memperoleh medali perak. Sedangkan perunggu berhasil diraih Tanjung Balai. Sementara takraw putri hanya mampu meraih perak setelah dikalahkan Deli Serdang 0-2.


Beralih ke Volly, harapan Putri Medan untuk tampil di Pospenas pupus setelah dikalahkan Langkat 0-3. Harapan sempat terlihat saat Medan mulai mengejar di set ketiga. Namun, permainan Medan yang kurang tenang membuat peluang sering terbuang dan berujung pada kesalahan. Padahal, jka dilihat dari segi permainan, permainan Medan masih lebih bagus dari Langkat. Oleh karenanya, Medan harus puas berada di perngkat kedua dan memperoleh medali perak.

tim sepakbola medan, masih butuh pelatihan khusus.

Hasil mengecewakan juga menerpa cabang sepakbola. Penampilan menawan di babak penyisihan justru gagal ditunjukkan saat menghadapi Sergai di semifinal. Mukhtar cs bahkan tak mampu melesakkan satu gol pun ke gawang lawan. Akhirnya, Medan pun harus mengakui keunggulan lawan 0-3.

Namun, kegagalan masuk ke final justru tidak mematahkan semangat anak-anak Medan. Dalam perebutan tempat ketiga, Medan berhasil bangkit dengan mengalahkan Deli Serdang 2-0. Hasil ini memberikan hadiah hiburan bagi Medan dengan membawa pulang medali perunggu. RDP Doc. 

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar