Minggu, 12 Juni 2011

Dokumentasi Berita Pospedasu Pandan, 2010 (edisi 1)


BERITA TERKINI POSPEDASU 2010 SABTU (1 MEI)

01 Mei 2010 jam 7:25




SELAMAT DATANG DI SIBOLGA
Sibolga,RDP : Sabtu, 1 Mei 2010, sekitar pukul 13.00, koningen Medan akhirnya tiba di Sibolga. Meskipun perjalanan mereka harus diwarnai dengan sejumlah tantangan seperti, rasa mual yang dialami oleh sebagian peserta, mereka dapat tiba dengan selamat serta sehat wal’afiat. Spanduk yang bertuliskan “Selamat dan Sukses Atas Pelaksanaan Pospedasu IV Tahun 2010” pun urut menyambut kedatangan mereka.

Setibanya di Sibolga, tepatnya di kecamatan Pandan, panitia langsung membawa mereka ke tempat penginapan. Namun, sebelum itu, panitia sudah mempersiapkan makan siang peserta.

salah satu penginapan yang ditempati oleh pemain nasyid dan kaligrafi.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya oleh Ust. Zulfikri, penginapan peserta berada di pemukiman warga. Hal ini dikarenakan masih minimnya pesantren yang ada di Sibolga. Begitupun, para peserta bersyukur karena mereka tidak harus menginap di sekolah-sekolah seperti Pospedasu sebelumnya. Salah seorang peserta mengungkapkan rasa syukurnya karena tuan rumah yang ramah.

Tempat penginapan peserta berada di Desa Lubuk Tukko Kecamatan Pandan. Untuk hari pertama, para peserta masih diberi kesempatan untuk melepas lelah sekaligus menikmati indahnya panorama Sibolga. RDP Doc.
___________________________________________________________________________________________________________

Qodri sedang membawa perlengkapan kolasenya.

TIDAK ADA KATA LELAH
Sibolga,RDP: Perjalanan panjang dari Medan ke Sibolga memang cukup melelahkan bagi para atlit Medan. Tak sedikit yang langsung merebahkan badan mereka lalu tertidur pulas setelah mendapatkan tempat penginapan. Namun hal ini ternyata tak berlaku bagi seorang Saidul Qodri. Seniman kolase dari Raudhah ini langsung mempersiapkan seluruh peralatan yang akan digunakannya dalam lomba. Terlihat jelas dalam foto saat Qodri sedang membawa peralatannya ke tempat latihan. Hanya satu tekad yang ada pada dirinya, rebut emas dan harumkan nama Medan. RDP Doc.

Sejuk, nyaman, tetapi menyimpan sebuah misteri.

MENIKMATI SENJA DI PINGGIRAN PANTAI
Sibolga,RDP : Sibolga terkenal dengan panorama pantainya yang menawan. Momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh sebagian atlit. Sembari melepas lelah, mereka berjalan menuju pinggiran pantai di Desa Lubuk Tukko. Keindahan pemandangan serta angin yang berhembus sepoi-sepoi ini ternyata mampu menghilangkan rasa lelah mereka. Hal ini juga dirasakan oleh dua reporter RDP yang menyempatkan diri berkunjung kesana.

Meskipun menarik, penduduk setempat melarang peserta untuk berlama-lama di pantai apalagi sampai mandi di pantai tersebut. Pasalnya, sudah tiga orang yang meninggal di pantai tersebut. Larangan ini berlaku bagi seluruh warga, khususnya pendatang. Sebab, dua dari tiga korban adalah pendatang baru. Percaya atau tidak, hal ini memang realita. RDP Doc.
________________________________________________________________________________________________________
TIM RAIWA NASYID GELAR DO’A BERSAMA
Sibolga, RDP : Sabtu, 1 Mei 2010, selepas maghrib, tim Raiwa Nasyid mengadakan do’a bersama di penginapan mereka. Pembacaan do’a ini dipimpin oleh Hamdi selaku ketua Raiwa Nasyid. Acara do’a bersama ini diawali dengan pembacaan surah yasin. Do’a bersama ini, menurut Hamdi, diadakan agar segala urusan mereka khususnya untuk penampilan mereka nantinya dipermudahkan oleh Allah. Do’a ini juga bertujuan agar para peserta kontingen Medan selalu dilindungi Allah dari mara bahaya dan segala kejahatan yang ditujukan kepada mereka. RDP Doc.
________________________________________________________________________________________________________

pengarahan selepas isya.
UST. ZULFIKRI BERIKAN ARAHAN KEPADA PESERTA
Sibolga, RDP : Selepas shalat isya, para peserta kontingen Medan mendapatkan arahan dari ust. Zulfikri selaku pembimbing di masjid Al-Wathan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pospedasu tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Baru tahun inilah pemukiman peserta bergabung dengan masyarakat. Oleh karena itu, para peserta harus bisa menjaga sikapnya sebagai seorang santri. Karena segala gerak-gerik yang dilakukan pasti akan kelihatan oleh tuan rumah. Juga lanjut beliau, jangan sampai keberadaan peserta disini menyisakan kenangan yang buruk bagi masyarakat sekitar. RDP Doc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar