BERITA KHUSUS POSPEDASU 2010 AHAD 2 MEI
oleh Arwandi Harahap pada 02 Mei 2010 jam 6:54
Lima kali pukulan, menurut gubernur adalah tanda bahwa akan ada pospedasu ke lima.
GUBERNUR BUKA POSPEDASU 2010
Pandan, RDP : Pagelaran Pekan Olahraga dan Seni antar Pesantren Se Sumatera Utara (Pospedasu) pun dimulai. Ahad, 2 Mei 2010, dengan dihadiri oleh seluruh atlit dari 16 kabupaten/kotamadya, Gubernur Sumatera Utara, H. samsul Arifin, SE resmi membuka acara tersebut dengan 5 kali pukulan gong.


Pospedasu 2010 yang diadakan di kabupaten Tapanuli Tengah ini diikuti oleh atlit yang berjumlahkan 971 orang yang terdiri dari 16 kabupaten/ kotamadya. Adapun kontingen Medan yang paling banyak mengutus peserta Pospedasu kali ini dengan jumlah 156 peserta. Sedangkan untuk kontingen yang paling sedikit mengutus peserta adalah koningen Karo dengan jumlah peserta 16 orang.
Acara pembukaan ini turut dimeriahkan oleh beberapa penampilan dan persembahan dari tuan rumah, seperti kolaborasi penampilan band dengan marching band dari SMA Plus 1 Mata Nauli, tari persembahan juga dari SMA Plus 1 Mata Nauli serta kolaborasi penampilan qasidah rebana dengan marching band dari SMP Nurul Muslimin. Juga turut hadir dalam acara ini, adalah tim koor paduan suara dari SMA Fransiskus yang membawakan lagu Indonesia Raya di awal upacara.
Dalam sambutan Bupati Tapanuli Tengah, Tuani Lumban Tobing disampaikan bahwa Pospedasu kali ini akan diadakan dari tanggal 3 s/d 9 Mei 2010. Lanjutnya, akan ada tujuh cabang olahraga yang meliputi sepakbola, atletik, sepaktakraw, voli, pencaksilat, catur dan senam santri. Selain itu di Pospedasu 2010 juga diperlombakan Qasidah, Kaligrafi,lomba pidato tiga bahasa dan lomba cipta puisi.

Pada Pospedasu kali ini, para peserta bagai mendapatkan durian runtuh. Pasalnya, mereka akan mendapatkan uang saku dari pejabat-pejabat Sumut. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara dalam kata sambutannya. Dengan penuh semangat, beliau memanggil 5 orang-orang penting di Sumut, termasuk wakil bupati Tapanuli Tengah, H M Armand Efendi Pohan untuk mendermakan sebagian harta mereka kepada atlit-atlit Pospedasu. Ini berarti mengulang peristiwa serupa saat berlangsungnya Perkemahan Santri Se Sumatera Utara di Sibolangit tiga bulan silam. Saat itu, pak Syamsul Arifin jugalah yang menjadi provokator untuk memanggil para bupati yang hadir saat pembukaan perkemahan tersebut untuk mendermakan sedikit harta mereka yang pada akhirnya setiap peserta mendapatkan bantuan sebesar Rp50.000,-. Tambah beliau, setiap peserta akan mendapatkan Rp100.000,-. Gubernur juga memberikan amanah ini kepada bapak H M Armand Efendi Pohan selaku ketua panitia Pospedasu 2010. RDP Doc.
_____________________________________________________________________________________________________________
BEREBUT AKSESORIS
Pandan, RDP : Pospedasu boleh saja belum memulai pertandingan. Akan tetapi, para pertandingan antara pedagang mulai terlihat. Bukan untuk mendapatkan medali emas ataupun perak, melainkan bertarung untuk merebut hati para pengunjung untuk membeli aksesoris yang mereka jual. Hal ini sudah terlihat pada hari pertama pembukaan Pospedasu. Sekitar tiga penjual telah berada di tempat sebelum acara pembukaan dimulai.
Menurut pantauan kru RDP, harga pun bervariatif. Ada yang tujuh ribu, dan ada pula yang sepuluh ribu. Saat ditanya tentang penyebab lainnya harga, penjual itu lantas menjawab bahwa tinggi rendahnya harga tergantung dengan bahan yang digunakan membuatnya. RDP Doc.
Pandan, RDP : Pagelaran Pekan Olahraga dan Seni antar Pesantren Se Sumatera Utara (Pospedasu) pun dimulai. Ahad, 2 Mei 2010, dengan dihadiri oleh seluruh atlit dari 16 kabupaten/kotamadya, Gubernur Sumatera Utara, H. samsul Arifin, SE resmi membuka acara tersebut dengan 5 kali pukulan gong.
Medan, kontingen dengan jumlah peserta terbanyak.
Pospedasu 2010 yang diadakan di kabupaten Tapanuli Tengah ini diikuti oleh atlit yang berjumlahkan 971 orang yang terdiri dari 16 kabupaten/ kotamadya. Adapun kontingen Medan yang paling banyak mengutus peserta Pospedasu kali ini dengan jumlah 156 peserta. Sedangkan untuk kontingen yang paling sedikit mengutus peserta adalah koningen Karo dengan jumlah peserta 16 orang.
Acara pembukaan ini turut dimeriahkan oleh beberapa penampilan dan persembahan dari tuan rumah, seperti kolaborasi penampilan band dengan marching band dari SMA Plus 1 Mata Nauli, tari persembahan juga dari SMA Plus 1 Mata Nauli serta kolaborasi penampilan qasidah rebana dengan marching band dari SMP Nurul Muslimin. Juga turut hadir dalam acara ini, adalah tim koor paduan suara dari SMA Fransiskus yang membawakan lagu Indonesia Raya di awal upacara.
Dalam sambutan Bupati Tapanuli Tengah, Tuani Lumban Tobing disampaikan bahwa Pospedasu kali ini akan diadakan dari tanggal 3 s/d 9 Mei 2010. Lanjutnya, akan ada tujuh cabang olahraga yang meliputi sepakbola, atletik, sepaktakraw, voli, pencaksilat, catur dan senam santri. Selain itu di Pospedasu 2010 juga diperlombakan Qasidah, Kaligrafi,lomba pidato tiga bahasa dan lomba cipta puisi.
Marching Band Mata Nauli, penampilannya memukau para hadirin.
Pada Pospedasu kali ini, para peserta bagai mendapatkan durian runtuh. Pasalnya, mereka akan mendapatkan uang saku dari pejabat-pejabat Sumut. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara dalam kata sambutannya. Dengan penuh semangat, beliau memanggil 5 orang-orang penting di Sumut, termasuk wakil bupati Tapanuli Tengah, H M Armand Efendi Pohan untuk mendermakan sebagian harta mereka kepada atlit-atlit Pospedasu. Ini berarti mengulang peristiwa serupa saat berlangsungnya Perkemahan Santri Se Sumatera Utara di Sibolangit tiga bulan silam. Saat itu, pak Syamsul Arifin jugalah yang menjadi provokator untuk memanggil para bupati yang hadir saat pembukaan perkemahan tersebut untuk mendermakan sedikit harta mereka yang pada akhirnya setiap peserta mendapatkan bantuan sebesar Rp50.000,-. Tambah beliau, setiap peserta akan mendapatkan Rp100.000,-. Gubernur juga memberikan amanah ini kepada bapak H M Armand Efendi Pohan selaku ketua panitia Pospedasu 2010. RDP Doc.
_____________________________________________________________________________________________________________
stand aksesoris, mulai dikunjungi peserta.
Pandan, RDP : Pospedasu boleh saja belum memulai pertandingan. Akan tetapi, para pertandingan antara pedagang mulai terlihat. Bukan untuk mendapatkan medali emas ataupun perak, melainkan bertarung untuk merebut hati para pengunjung untuk membeli aksesoris yang mereka jual. Hal ini sudah terlihat pada hari pertama pembukaan Pospedasu. Sekitar tiga penjual telah berada di tempat sebelum acara pembukaan dimulai.
Menurut pantauan kru RDP, harga pun bervariatif. Ada yang tujuh ribu, dan ada pula yang sepuluh ribu. Saat ditanya tentang penyebab lainnya harga, penjual itu lantas menjawab bahwa tinggi rendahnya harga tergantung dengan bahan yang digunakan membuatnya. RDP Doc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar